Langsung ke konten utama

Assasin's Creed

Assassin Creed adalah seri permainan video aksi-petualangan dan penyelinapan yang dibuat oleh Patrice Désilets, Jade Raymond dan Corey May, dikembangkan dan diterbitkan oleh Ubisoft menggunakan game engine Anvil. Seri permainan ini menggambarkan pertarungan di antara Assassin, yang memperjuangkan perdamaian dengan kehendak bebas, dan Templar, yang menginginkan perdamaian melalui di bawah kekuasaan. Seri permainan ini menampilkan fiksi sejarah, fiksi sains, dan tokoh-tokoh fiktif, yang dipadukan dengan peristiwa dan tokoh-tokoh sejarah. Pemain akan mengontrol tokoh Assassin di masa lampau lebih sering, sementara mereka dapat pula bermain sebagai Desmond Miles atau Assassin Initiate di masa kini, yang memburu target-target Templar.

Cerita dari seri permainan video ini terinspirasi dari novel Almaut oleh penulis Slovenia Vladimir Bartol,[1] sementara konsep permainan dibentuk dari seri Prince of Persia.[2] Seri permainan ini dimulai dengan permainan berjudul sama pada tahun 2007, dan telah menghadirkan sebelas permainan utama. Permainan yang dirilis baru-baru ini adalah Assassin's Creed Odyssey pada tahun 2018. Cerita dan periode waktu yang baru diperkenalkan di setiap entri, dan elemen dari cara bermain berkembang dari versi sebelumnya. Terdapat dua kumpulan cerita di dalam seri ini. Untuk lima permainan utama yang pertama, cerita berlatar pada tahun 2012 dan menampilkan tokoh utama Desmond Miles yang menggunakan mesin yang bernama Animus dan menghidupkan kembali memori pendahulunya untuk mencari cara untuk mencegah kemusnahan massal pada tahun 2012. Dalam permainan berikutnya hingga Assassin's Creed Syndicate, pegawan Abstergo dan relawan Assassin menghidupkan kembali rekaman memori genetik menggunakan perangkat lunak Helix, yang membantu para Templar dan Assassin menemukan Piece of Eden yang baru di dunia modern. Pada dua judul permainan terbaru, yakni Assassin's Creed Origins dan Assassin's Creed Odyssey, protagonis untuk masa kini adalah Layla Hassan, seorang mantan pegawai Abstergo yang direkrut ke dalam Ordo Assassin. Permainan utama dari Assassin's Creed berlatar di dunia terbuka dan ditampilkan dari sudut pandang orang ketiga di mana para protagonis menjatuhkan lawan menggunakan keterampilan bertempur dan menyelinap dengan eksploitasi lingkungan. Pemain memiliki kebebasan untuk menjelajahi latar historis sambil menyelesaikan misi utama dan sampingan. Di samping misi pemain tunggal, beberapa permainan juga menyediakan permainan multi-pemain kompetitif dan kooperatif. Sementara permainan utama dibuat untuk platform konsol dan desktop utama, beberapa permainan sampingan juga dirilis bersamaan untuk platform konsol, mobile, dan perangkat genggam. Permainan utama pada seri permainan video Assassin's Creed telah menerima banyak tanggapan positif atas ambisinya dalam mengembangkan visual, desain permainan, dan cerita naratif, dengan kritikan tentang siklus rilis tahunan dan bug yang sering muncul. Permainan spin-off menerima tanggapan sedang hingga positif. Seri permainan video ini telah menerima berbagai penghargaan dan nominasi, termasuk penghargaan Game of the Year. Seri permainan video ini juga sukses secara komersial karena menjual lebih dari 100 juta kopi per bulan September 2016, menjadi seri terlaris yang pernah dibuat oleh Ubisoft dan menjadi salah satu seri permainan video dengan penjualan tertinggi sepanjang masa. Assassin's Creed diadaptasi ke dalam film yang berjudul sama, yang menerima tanggapan negatif. Seri permainan ini juga diterbitkan dalam bentuk buku seni, ensiklopedia, komik, novelisasi, dan novel. Semua media berlatar dalam kontinuitas yang sama dengan seri permainan video utama.

Latar belakang

Serial Assassin's Creed bermula dari ide untuk sekuel Prince of Persia: The Sands of Time, versi adaptasi 3D dari versi asli Prince of Persia, dan memasukkan banyak gerakan parkour dan bertempur. The Sands of Time yang sukses mendapat kritik positif dan keuntungan finansial, membuat Ubisoft meminta Ubisoft Montreal untuk mengembangkan sebuah sekuel, yang ditujukan untuk generasi konsol berikutnya. Tim Ubisoft Montreal kemudian memutuskan untuk mengadaptasi cara bermain dari The Sands of Time ke dalam pendekatan dunia terbuka, memanfaatkan daya pemrosesan yang telah ditingkatkan untuk menciptakan ruang yang lebih besar dan lebih banyak orang. Secara naratif, tim pengembang ingin beralih dari sosok Prince ke sosok baru yang harus dikerjakan; digabungkan dengan penelitian pada komunitas rahasia yang menuntun mereka berfokus pada Assassin, hingga menggunakan cerita dari novel Alamut.[3] Mereka mengembangkan cerita naratif di mana pemain akan mengontrol seorang Assassin yang bertugas sebagai pengawal untuk tokoh Prince yang tidak dimainkan, menamai permainan tersebut sebagai Prince of Persia: Assassin. Ubisoft tidak senang dengan permainan Prince of Persia tanpa Prince sebagai tokoh yang dapat dimainkan, tetapi kemudian divisi pemasaran menyarankan judul Assassin's Creed, yang berpusat pada Assassin, "tidak ada yang benar; semuanya diperbolehkan." Ubisoft Montreal mengikuti saran tersebut dengan menciptakan kekayaan intelektual yang sepenuhnya baru, menghilangkan sosok Prince dan menciptakan konflik antara Assassin dan Ksatria Templar. Selanjutnya, dalam menentukan dalil pembunuhan lain yang berkaitan dalam sejarah manusia, mereka memperoleh ide dari memori genetik dan menciptakan perangkat "Animus" dan elemen alur cerita modern, yang kemudian memungkinkannya untuk menjelaskan aspek tertentu dari permainan, seperti misalnya ketika pemain gagal dalam suatu misi, dengan cara yang serupa seperti pada The Sands of Time.[3] Setelah perilisan Assassin's Creed pertama pada tahun 2007, Ubisoft Montreal dan studio Ubisoft lainnya menggunakan serial permainan dari berbagai periode sejarah, berusaha mencocokkan akurasi sejarah sambil merancang beberapa elemen permainan.[3] Prolog Permainan Assassin's Creed berpusat pada persaingan di antara dua perkumpulan rahasia kuno — Assassin dan Ksatria Templar — beserta kaitan tak langsung dengan peradaban manusia di masa lampau, yang di sepanjang permainan merujuk sebagai "orang-orang yang datang sebelumnya," di mana perkumpulannya, bersama banyak biosfer Bumi, musnah karena badai matahari masif ribuan tahun sebelum waktu pada permainan. Latar kronologis dunia nyata dimulai pada tahun 2012, tetapi sebagian besar cerita dalam permainan berlatar sejarah di masa lampau. Abstergo Industries adalah waralaba konglomerat mega-korporasi yang memiliki banyak cabang, dijalankan diam-diam oleh Ksatria Templar modern. Perusahaan tersebut adalah antagonis utama versi masa kini dari serial permainan. Abstergo diam-diam menciptakan "Animus," sebuah perangkat yang memungkinkan penggunanya untuk menghidupkan "menghidupkan kembali" dan mengalami memori dari pendahulu genetiknya berdasarkan pertalian darah memalui simulasi virtual. Penggunaan berlebih pada Animus menyebabkan "efek perdarahan," yang mengakibatkan pengguna memeroleh keahlian dan kemampuan dari pendahulunya, tetapi juga membahayakan pengguna karena dapat merusak ingatannya, menyebabkan gejala seperti demensia, kegilaan, gangguan identitas disosiatif, atau kerusakan otak. Abstergo berusaha menemukan lokasi dari beberapa artefak historis, yang dikenal sebagai "Piece of Eden." Artefak tersebut memegang kekuatan besar, dan mampu mengontrol kehendak bebas. Abstergo ingin menggunakannya untuk menyingkirkan kehendak bebas dan menggiring umat manusia ke dalam satu kelompok berserikat, sedangkan para Assassin menentangnya. Untuk menemukan Piece of Eden, Abstergo menculik orang-orang yang pendahulunya dicurigai memiliki interaksi yang diduga atau dipastikan secara historis dengan perangkat tersebut, memaksa orang yang diculik untuk menggunakan Animus dan mencari petunjuk memori pendahulu melalui Animus.

Protagonis

Desmond Miles adalah seorang bartender yang merupakan keturunan dari beberapa generasi Assassin terkemuka; meski dibesarkan sebagai Assassin, ia meninggalkan keluarga nomadennya untuk mencari gaya hidup yang lebih umum. Dia awalnya diculik oleh Abstergo, yang menyadari garis keturunan pendahulunya. Desmond dipaksa untuk menggunakan Animus dan diketahui menjadi Subject 17; banyak dari enam belas subjek sebelumnya meninggal karena akibat dari penggunaan berlebihan Animus. Desmond kemudian diselamatkan oleh tim kecil dari Assassin modern dan setuju untuk bekerja dengan mereka, meneruskan pengalaman memori dari pendahulunya untuk menemukan lokasi Piece of Eden tambahan sebisa mungkin sebelum Abstergo melakukan hal yang serupa. Dari efek perdarahan, Desmond memperoleh beberapa keahlian Assassin dari pendahulunya dengan mempertaruhkan kehidupannya dengan berbagai macam ingatan dan kepribadian dalam pikirannya. Di dalam Animus, Desmond mengeksplorasi memori dari sejumlah Assassin, termasuk Altaïr Ibn-La'Ahad, Assassin yang awalnya melakukan tindakan tercela berusaha untuk menebus kesalahannya pada masa Perang Salib Ketiga; Ezio Auditore da Firenze, Assassin dari Italia selama akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16 dari Renaisans Italia; dan Ratohnhaké:ton, atau dikenal sebagai Connor, Assasin keturunan setengah Mohawk dan setengah Inggris pada masa Revolusi Amerika. Dari kejadian tersebut, Desmond mempelajari kiasan dari ramalah akhir dunia pada tahun 2012 dari subjek tes Animus sebelumnya, Subject 16; peristiwa yang berubah menjadi pengulangan bencana yang memusnahkan peradaban kuno, dan dia menemukan bahwa memorinya memegang kunci keselamatan Bumi dari badai matahari kedua. Dalam pengalamannya, Desmond dibantu oleh proyeksi holografik dari tiga penguasa ras kuno: Jupiter, Minerva, dan Juno. Setelah Desmond meninggal demi memastikan keselamatan Bumi, memorinya, yang telah dihidupkan melalui sampel genetik dari DNA-nya,[4] diambil oleh Abstergo untuk diaplikasikan kepada subjek baru untuk memasuki Animus. Subjek baru menghidupkan kembali memori dari Edward Kenway (kakek dari Ratohnhaké:ton atau Connor Kenway) pemilik kapal swasta yang menjadi bajak laut selama Masa Keemasan Perompakan.[5]

Cara bermain

Sementara permainan ditampilkan melalui protagonis Desmond Miles, sebagian besar dari isi permainan ini dimainkan saat Desmond mengalami memori pendahulunya melalui perangkat canggih yang disebut Animus. Perangkat ini menyediakan sarana antarmuka diegetik, menampilkan kesehatan, peralatan, tujuan, dan fitur lain dari pendahulu Desmond sebagai bagian dari antarmuka Animus. Animus ini didasarkan pada cara pemain mengendalikan assassin untuk menjaga sinkronisasi antara memori Desmond dan pendahulunya. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan cara Assassin atau sekarat merusak sinkronisasi, secara efektif mengharuskan pemain untuk memulai kembali di checkpoint sebelumnya. Selain itu, pemain tidak dapat menjelajahi daerah luar yang belum dialami oleh assassin. Terdapat pula kelainan dalam Animus dari pengguna perangkat sebelumnya. Saat bermain sebagai karakter Assassin, permainan ini umumnya ditampilkan dari sudut pandang orang ketiga dalam lingkungan dunia terbuka, berfokus pada penyelinapan dan parkour. Permainan ini menggunakan struktur misi untuk mengikuti cerita utama, umumnya menugaskan pemain untuk menyelesaikan pembunuhan terhadap tokoh publik atau misi rahasia. Secara alternatif, beberapa misi sampingan tersedia, seperti memetakan kota yang luas dari tiang tinggi diikuti dengan melakukan "leap of faith" ke dalam tumpukan jerami yang ada di bawah, mengumpulkan harta tersembunyi di seluruh kota, menjelajahi reruntuhan untuk relik, membangun persaudaraan assassin untuk melakukan tugas-tugas lain, atau mendanai pembangunan kembali kota melalui pembelian dan peningkatan dalam toko dan fitur lainnya. Terkadang, pemain berada di dalam kontrol langsung dari Desmond, yang alaminya berada di dalam penggunaan Animus telah mempelajari teknik Assassin melalui efek perdarahan, serta kemampuan genetik dari Eagle Vision, yang memisahkan teman, musuh, dan target pembunuhan dengan menerangi orang-orang dalam warna yang berbeda. Melalui antarmuka Animus, pemain dapat kembali untuk mencoba kembali setiap misi yang pernah diselesaikan; misalnya, di Assassin Creed: Brotherhood, pemain memperoleh hasil sinkronisasi yang lebih baik dengan melakukan misi dengan cara tertentu seperti hanya dengan membunuh target misi. Permainan ini menggunakan konsep gerakan "aktif" versus "pasif," dengan gerakan "aktif," seperti berlari, memanjat sisi bangunan, atau melompat antar atap, lebih memungkinkan untuk memancing perhatian penjaga terdekat. Ketika para penjaga menjadi waspada, pemain harus menyerang mereka atau mengalihkan pandangan mereka dan menemukan tempat persembunyian, seperti tumpukan jerami atau sumur, dan menunggu hingga kewaspadaan penjaga berkurang. Sistem tempur memungkinkan sejumlah senjata, pakaian pelindung, dan gerakan unik, termasuk penggunaan set bilah tersembunyi di gelang lengan Assassin, dan juga dapat digunakan untuk membunuh target secara tenang.

Rilis pertama: Assasin's Creed, 13 November 2007 Rilis terakhir: Assassin's Creed Valhalla, Desember 2020

Cerita dari seri permainan video ini terinspirasi dari novel Almaut oleh penulis Slovenia Vladimir Bartol,[1] sementara konsep permainan dibentuk dari seri Prince of Persia.[2] Seri permainan ini dimulai dengan permainan berjudul sama pada tahun 2007, dan telah menghadirkan sebelas permainan utama. Permainan yang dirilis baru-baru ini adalah Assassin's Creed Odyssey pada tahun 2018. Cerita dan periode waktu yang baru diperkenalkan di setiap entri, dan elemen dari cara bermain berkembang dari versi sebelumnya. Terdapat dua kumpulan cerita di dalam seri ini. Untuk lima permainan utama yang pertama, cerita berlatar pada tahun 2012 dan menampilkan tokoh utama Desmond Miles yang menggunakan mesin yang bernama Animus dan menghidupkan kembali memori pendahulunya untuk mencari cara untuk mencegah kemusnahan massal pada tahun 2012. Dalam permainan berikutnya hingga Assassin's Creed Syndicate, pegawan Abstergo dan relawan Assassin menghidupkan kembali rekaman memori genetik menggunakan perangkat lunak Helix, yang membantu para Templar dan Assassin menemukan Piece of Eden yang baru di dunia modern. Pada dua judul permainan terbaru, yakni Assassin's Creed Origins dan Assassin's Creed Odyssey, protagonis untuk masa kini adalah Layla Hassan, seorang mantan pegawai Abstergo yang direkrut ke dalam Ordo Assassin. Permainan utama dari Assassin's Creed berlatar di dunia terbuka dan ditampilkan dari sudut pandang orang ketiga di mana para protagonis menjatuhkan lawan menggunakan keterampilan bertempur dan menyelinap dengan eksploitasi lingkungan. Pemain memiliki kebebasan untuk menjelajahi latar historis sambil menyelesaikan misi utama dan sampingan. Di samping misi pemain tunggal, beberapa permainan juga menyediakan permainan multi-pemain kompetitif dan kooperatif. Sementara permainan utama dibuat untuk platform konsol dan desktop utama, beberapa permainan sampingan juga dirilis bersamaan untuk platform konsol, mobile, dan perangkat genggam. Permainan utama pada seri permainan video Assassin's Creed telah menerima banyak tanggapan positif atas ambisinya dalam mengembangkan visual, desain permainan, dan cerita naratif, dengan kritikan tentang siklus rilis tahunan dan bug yang sering muncul. Permainan spin-off menerima tanggapan sedang hingga positif. Seri permainan video ini telah menerima berbagai penghargaan dan nominasi, termasuk penghargaan Game of the Year. Seri permainan video ini juga sukses secara komersial karena menjual lebih dari 100 juta kopi per bulan September 2016, menjadi seri terlaris yang pernah dibuat oleh Ubisoft dan menjadi salah satu seri permainan video dengan penjualan tertinggi sepanjang masa. Assassin's Creed diadaptasi ke dalam film yang berjudul sama, yang menerima tanggapan negatif. Seri permainan ini juga diterbitkan dalam bentuk buku seni, ensiklopedia, komik, novelisasi, dan novel. Semua media berlatar dalam kontinuitas yang sama dengan seri permainan video utama. Latar belakang Serial Assassin's Creed bermula dari ide untuk sekuel Prince of Persia: The Sands of Time, versi adaptasi 3D dari versi asli Prince of Persia, dan memasukkan banyak gerakan parkour dan bertempur. The Sands of Time yang sukses mendapat kritik positif dan keuntungan finansial, membuat Ubisoft meminta Ubisoft Montreal untuk mengembangkan sebuah sekuel, yang ditujukan untuk generasi konsol berikutnya. Tim Ubisoft Montreal kemudian memutuskan untuk mengadaptasi cara bermain dari The Sands of Time ke dalam pendekatan dunia terbuka, memanfaatkan daya pemrosesan yang telah ditingkatkan untuk menciptakan ruang yang lebih besar dan lebih banyak orang. Secara naratif, tim pengembang ingin beralih dari sosok Prince ke sosok baru yang harus dikerjakan; digabungkan dengan penelitian pada komunitas rahasia yang menuntun mereka berfokus pada Assassin, hingga menggunakan cerita dari novel Alamut.[3] Mereka mengembangkan cerita naratif di mana pemain akan mengontrol seorang Assassin yang bertugas sebagai pengawal untuk tokoh Prince yang tidak dimainkan, menamai permainan tersebut sebagai Prince of Persia: Assassin. Ubisoft tidak senang dengan permainan Prince of Persia tanpa Prince sebagai tokoh yang dapat dimainkan, tetapi kemudian divisi pemasaran menyarankan judul Assassin's Creed, yang berpusat pada Assassin, "tidak ada yang benar; semuanya diperbolehkan." Ubisoft Montreal mengikuti saran tersebut dengan menciptakan kekayaan intelektual yang sepenuhnya baru, menghilangkan sosok Prince dan menciptakan konflik antara Assassin dan Ksatria Templar. Selanjutnya, dalam menentukan dalil pembunuhan lain yang berkaitan dalam sejarah manusia, mereka memperoleh ide dari memori genetik dan menciptakan perangkat "Animus" dan elemen alur cerita modern, yang kemudian memungkinkannya untuk menjelaskan aspek tertentu dari permainan, seperti misalnya ketika pemain gagal dalam suatu misi, dengan cara yang serupa seperti pada The Sands of Time.[3] Setelah perilisan Assassin's Creed pertama pada tahun 2007, Ubisoft Montreal dan studio Ubisoft lainnya menggunakan serial permainan dari berbagai periode sejarah, berusaha mencocokkan akurasi sejarah sambil merancang beberapa elemen permainan.[3] Prolog Permainan Assassin's Creed berpusat pada persaingan di antara dua perkumpulan rahasia kuno — Assassin dan Ksatria Templar — beserta kaitan tak langsung dengan peradaban manusia di masa lampau, yang di sepanjang permainan merujuk sebagai "orang-orang yang datang sebelumnya," di mana perkumpulannya, bersama banyak biosfer Bumi, musnah karena badai matahari masif ribuan tahun sebelum waktu pada permainan. Latar kronologis dunia nyata dimulai pada tahun 2012, tetapi sebagian besar cerita dalam permainan berlatar sejarah di masa lampau. Abstergo Industries adalah waralaba konglomerat mega-korporasi yang memiliki banyak cabang, dijalankan diam-diam oleh Ksatria Templar modern. Perusahaan tersebut adalah antagonis utama versi masa kini dari serial permainan. Abstergo diam-diam menciptakan "Animus," sebuah perangkat yang memungkinkan penggunanya untuk menghidupkan "menghidupkan kembali" dan mengalami memori dari pendahulu genetiknya berdasarkan pertalian darah memalui simulasi virtual. Penggunaan berlebih pada Animus menyebabkan "efek perdarahan," yang mengakibatkan pengguna memeroleh keahlian dan kemampuan dari pendahulunya, tetapi juga membahayakan pengguna karena dapat merusak ingatannya, menyebabkan gejala seperti demensia, kegilaan, gangguan identitas disosiatif, atau kerusakan otak. Abstergo berusaha menemukan lokasi dari beberapa artefak historis, yang dikenal sebagai "Piece of Eden." Artefak tersebut memegang kekuatan besar, dan mampu mengontrol kehendak bebas. Abstergo ingin menggunakannya untuk menyingkirkan kehendak bebas dan menggiring umat manusia ke dalam satu kelompok berserikat, sedangkan para Assassin menentangnya. Untuk menemukan Piece of Eden, Abstergo menculik orang-orang yang pendahulunya dicurigai memiliki interaksi yang diduga atau dipastikan secara historis dengan perangkat tersebut, memaksa orang yang diculik untuk menggunakan Animus dan mencari petunjuk memori pendahulu melalui Animus. Protagonis Desmond Miles adalah seorang bartender yang merupakan keturunan dari beberapa generasi Assassin terkemuka; meski dibesarkan sebagai Assassin, ia meninggalkan keluarga nomadennya untuk mencari gaya hidup yang lebih umum. Dia awalnya diculik oleh Abstergo, yang menyadari garis keturunan pendahulunya. Desmond dipaksa untuk menggunakan Animus dan diketahui menjadi Subject 17; banyak dari enam belas subjek sebelumnya meninggal karena akibat dari penggunaan berlebihan Animus. Desmond kemudian diselamatkan oleh tim kecil dari Assassin modern dan setuju untuk bekerja dengan mereka, meneruskan pengalaman memori dari pendahulunya untuk menemukan lokasi Piece of Eden tambahan sebisa mungkin sebelum Abstergo melakukan hal yang serupa. Dari efek perdarahan, Desmond memperoleh beberapa keahlian Assassin dari pendahulunya dengan mempertaruhkan kehidupannya dengan berbagai macam ingatan dan kepribadian dalam pikirannya. Di dalam Animus, Desmond mengeksplorasi memori dari sejumlah Assassin, termasuk Altaïr Ibn-La'Ahad, Assassin yang awalnya melakukan tindakan tercela berusaha untuk menebus kesalahannya pada masa Perang Salib Ketiga; Ezio Auditore da Firenze, Assassin dari Italia selama akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16 dari Renaisans Italia; dan Ratohnhaké:ton, atau dikenal sebagai Connor, Assasin keturunan setengah Mohawk dan setengah Inggris pada masa Revolusi Amerika. Dari kejadian tersebut, Desmond mempelajari kiasan dari ramalah akhir dunia pada tahun 2012 dari subjek tes Animus sebelumnya, Subject 16; peristiwa yang berubah menjadi pengulangan bencana yang memusnahkan peradaban kuno, dan dia menemukan bahwa memorinya memegang kunci keselamatan Bumi dari badai matahari kedua. Dalam pengalamannya, Desmond dibantu oleh proyeksi holografik dari tiga penguasa ras kuno: Jupiter, Minerva, dan Juno. Setelah Desmond meninggal demi memastikan keselamatan Bumi, memorinya, yang telah dihidupkan melalui sampel genetik dari DNA-nya,[4] diambil oleh Abstergo untuk diaplikasikan kepada subjek baru untuk memasuki Animus. Subjek baru menghidupkan kembali memori dari Edward Kenway (kakek dari Ratohnhaké:ton atau Connor Kenway) pemilik kapal swasta yang menjadi bajak laut selama Masa Keemasan Perompakan.[5] Cara bermain Sementara permainan ditampilkan melalui protagonis Desmond Miles, sebagian besar dari isi permainan ini dimainkan saat Desmond mengalami memori pendahulunya melalui perangkat canggih yang disebut Animus. Perangkat ini menyediakan sarana antarmuka diegetik, menampilkan kesehatan, peralatan, tujuan, dan fitur lain dari pendahulu Desmond sebagai bagian dari antarmuka Animus. Animus ini didasarkan pada cara pemain mengendalikan assassin untuk menjaga sinkronisasi antara memori Desmond dan pendahulunya. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan cara Assassin atau sekarat merusak sinkronisasi, secara efektif mengharuskan pemain untuk memulai kembali di checkpoint sebelumnya. Selain itu, pemain tidak dapat menjelajahi daerah luar yang belum dialami oleh assassin. Terdapat pula kelainan dalam Animus dari pengguna perangkat sebelumnya. Saat bermain sebagai karakter Assassin, permainan ini umumnya ditampilkan dari sudut pandang orang ketiga dalam lingkungan dunia terbuka, berfokus pada penyelinapan dan parkour. Permainan ini menggunakan struktur misi untuk mengikuti cerita utama, umumnya menugaskan pemain untuk menyelesaikan pembunuhan terhadap tokoh publik atau misi rahasia. Secara alternatif, beberapa misi sampingan tersedia, seperti memetakan kota yang luas dari tiang tinggi diikuti dengan melakukan "leap of faith" ke dalam tumpukan jerami yang ada di bawah, mengumpulkan harta tersembunyi di seluruh kota, menjelajahi reruntuhan untuk relik, membangun persaudaraan assassin untuk melakukan tugas-tugas lain, atau mendanai pembangunan kembali kota melalui pembelian dan peningkatan dalam toko dan fitur lainnya. Terkadang, pemain berada di dalam kontrol langsung dari Desmond, yang alaminya berada di dalam penggunaan Animus telah mempelajari teknik Assassin melalui efek perdarahan, serta kemampuan genetik dari Eagle Vision, yang memisahkan teman, musuh, dan target pembunuhan dengan menerangi orang-orang dalam warna yang berbeda. Melalui antarmuka Animus, pemain dapat kembali untuk mencoba kembali setiap misi yang pernah diselesaikan; misalnya, di Assassin Creed: Brotherhood, pemain memperoleh hasil sinkronisasi yang lebih baik dengan melakukan misi dengan cara tertentu seperti hanya dengan membunuh target misi. Permainan ini menggunakan konsep gerakan "aktif" versus "pasif," dengan gerakan "aktif," seperti berlari, memanjat sisi bangunan, atau melompat antar atap, lebih memungkinkan untuk memancing perhatian penjaga terdekat. Ketika para penjaga menjadi waspada, pemain harus menyerang mereka atau mengalihkan pandangan mereka dan menemukan tempat persembunyian, seperti tumpukan jerami atau sumur, dan menunggu hingga kewaspadaan penjaga berkurang. Sistem tempur memungkinkan sejumlah senjata, pakaian pelindung, dan gerakan unik, termasuk penggunaan set bilah tersembunyi di gelang lengan Assassin, dan juga dapat digunakan untuk membunuh target secara tenang.

Komentar

Aphay Gawat 420 mengatakan…
Sumber @ wikipedia

Postingan populer dari blog ini

My Favorite Adventure/Action RPG/RPG Role Playing Games from SuperNintendo Japanesse ROM Full English-Translated

Stay tune for Update coming-soon! From Squaresoft/Square-Enix Title: Seiken Densetsu 3/ Trials of Mana ROM: Japanesse (T-English) Screenshot in Game: Link Download: Mediafire :  Seiken Densetsu 3/Trials of Mana  (Original Translated)  or Mediafire :  Seiken Densetsu 3/Trials of Mana 3 Player Hack  (Mod 3 player hack) Title: Secret of Mana ROM: Japanesse (T-English) Screenshot in Game: Link Download: Mediafire:  Secret of Mana  (T-English) Title: Live A Live ROM: Japanesse (T-English) Screenshot in Game: Link Download: Mediafire:  Live A Live Google Drive: Title: Final Fantasy Mystic quest/ FF2/ FF3/ FF5 ROM: Japanesse (T-English) Screenshot in Game: Link Download: Mediafire:  -  Final Fantasy Mystic Quest -  Final Fantasy II -  Final Fantasy III -  Final Fan...

Retro Time Traveler Games

Favorite Retro Games about Time Traveler Title: Chrono Trigger Platform: SuperNintendo/Sufami/ SNES Publisher: Squaresoft / Square-Enix Region: EU/ USA Language: English Screenshot in game: Link Download : Mediafire :  Chrono Trigger (USA) Google Drive : Title: Another World Platform: Sega Genesis /MegaDrive Dev/publisher: Virgin software , Delphine software Region: Europe Screenshot in Game:  Link Download : Mediafire :  Another World (Europe) Google Drive : Title: Secret Of Evermore Platform: SuperNintendo/sufami/ SNES Dev/publisher: Squaresoft /Square-Enix Region: USA Language: English Screenshot in game: Link Download: Mediafire:  Secret of Evermore Google Drive: